Pengertian Pendidikan IPA
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan
menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan
pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam
rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai makhluk individu dan makhluk
social, serta sebagai makhluk Tuhan”.
Sugiharto
(2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan
secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara
individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan latihan”.
Dari
definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses sadar
dan terencana dari setiap individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang
baik dan mengembangkan potensi yang ada dalam upaya mewujudkan cita-cita dan
tujuan yang diharapkan. Pendidikan tidak hanya menitik beratkan pada
pengembangan pola piker saja, namun juga untuk mengembangkan semua potensi yang
ada pada diri seseorang. Jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada
kepribadian seseorang untuk membuat seseorang tersebut menjadi lebih baik.
B. Pengertian IPA
IPA
sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23)
merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis
tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur,
sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.
Menurut
Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau
disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi,
eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan
demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.
Dari
pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari
hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah
yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi
yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.
Dalam
pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta
persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya,
bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga
aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan
pada benda-benda tak hidup. Pada sapek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang
terkait dengan makhluk hidup serta lingfkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia
IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun
benda tak hidup yang ada di alam.
Dari
uraian di atas mengenai pengertian pendidikan dan IPA maka pendidikan IPA
merupakan penerapan dalam pendidikan dan IPA untuk tujuan pembelajaran termasuk
pembelajaran di SMP.
Pendidikan
IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan “usaha untuk menggunakan tingkah laku
siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap
yang baik terhadap IPA serta menguasi materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip,
hokum dan teori IPA”.
Pendidikan
IPA menurut Sumaji (1998:46) merupakan “suatu ilmu pegetahuan social yang
merupakan disiplin ilmu bukan bersifat teoritis melainkan gabungan (kombinasi)
antara disiplin ilmu yang bersifat produktif”.
Dari
kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu
usha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan
menerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau
tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memahami proses IPA dan dapat
dikembangkan di masyarakat.
Pendidika
IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa terutama
yang ada di SMP memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap
ilmiah serta dapat mengembangkan potensi yang ada di alam untuk dijadikan
sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan
demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap
bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut.
Bukan berarti teori-teori terdahulu tidak digunakan, ilmu tersebut akan terus
digunakan sampai menemukan ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai
pembuktian dan penyempurnaan ilmu-ilmu alam yang baru. Hanya saja teori
tersebut bukan untuk dihapal namun di terapkan sebagai tujuan proses
pembelajaran. Melihat hal tersebut di atas nampaknya pendidikan IPA saat ini
belum dapat menerapkannya.
Perlu
adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan IPA yang ada sekarang ini dapat
dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai, karena kita tahu
bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga
menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. Untuk itu maka
kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai
dari tujuan pendidikan.






0 komentar:
Posting Komentar